Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2013

1 10 KEPRIBADIAN YANG BERKUALITAS

Pengertian Kepribadian.
      Menurut M.A.W Brower ( dalam buku “ Kepribadian dan Perubahannnya “ : 1989 ) kepribadian merupakan corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan , opini dan sikap-sikap seseorang. Sedangkan menurut Yinger , kepribadian adalah keseluruhan perilaku seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi. Ungkapan sistem kecenderungan tertentu tersebut menyatakan bahwa setiap orang mempunyai cara perilaku yang khas seperti sikap, bakat, adat, kecakapan , kebiasaan dan tindakan yang sama setiap hari. Sementara ungkapan interaksi dengan serangkaian situasi menyatakan bahwa perilaku merupakan produk gabungan dari kecenderungan perilaku seseorang dan situasi yang dihadapinya. Contohnya seseorang yang pernah berbohong untuk menutupi kekurangannya dan tidak diketahui orang lain cenderung akan mengulangi perbuatannya sehingga membentuk pola perilaku dan menjadi kepribadiannya.




10 KEPRIBADIAN LUAR BIASA

1. TULUS -- Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.

2. RENDAH HATI -- Hanya orang yang kuat batinnya yang bisa bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.

3. SETIA -- Orang yang setia bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak berkhianat.

4. POSITIVE THINKING -- Orang berpikiran positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.

5. CERIA -- Artinya bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh, dan selalu berusaha meraih kegembiraan.

6. TANGGUNG JAWAB -- Ia akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau salah, berani mengakuinya dan tidak mencari kesalahan orang lain.

7. PECAYA DIRI -- Mampu menerima dirinya sebagaimana adanya,
menghargai dirinya dan orang lain. Juga mudah menyesuaikan diri
dengan lingkungannya.

8. BERJIWA BESAR -- Ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar!

9. EASY GOING -- Maksudnya, tidak suka membesar-besarkan masalah kecil atau berusaha mengecilkan masalah besar. Dia tidak mau pusing dengan masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. EMPATI -- Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Jumat, 04 Oktober 2013

0 PERCAYALAH, BERSYUKUR ITU AJAIB

 
 Jika engkau memandang hidup dengan rasa syukur, semuanya menjadi indah & luar biasa !

Setiap hari adalah hari yang baik, Setiap saat adalah saat yang indah.

⌣Berjalan, duduk atau berbaring adalah kebahagiaan hidup.

Bekerja, berkeringat & berjerih payah adlh kepuasan & kemuliaan hidup.

Tapi....

Jika engkau tidak mampu bersyukur, semua yang baik & indah akan menjadi jelek & menyakitkan.
Kemana pun engkau pergi, apa pun yang engkau kerjakan adalah penderitaan.
- Tiada hari tanpa kegelisahan.
- Tiada saat tanpa kejenuhan

inspirasi syukur2 AKU BERSYUKUR ATAS SEMUA UANG YANG TELAH KUTERIMA SEPANJANG HIDUPKU
Bukan hidup yang membuat engkau jenuh tapi tidak adanya rasa syukur yang membuat semuanya menjadi jelek & menjenuhkan.

KESULITAN SEBESAR APA PUN AKAN TERASA WAJAR bagi jiwa yang tetap lebih mengucap syukur daripada mengeluh.

Karena, bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita BERBAHAGIA.

• Jiwa yang malas, tetap tersesat walau pun sudah sampai.
• Jiwa yang tamak, tetap mengeluh di atas kekayaan.
• Jiwa yang bersyukur, akan berbahagia bahkan di atas masalah.


Syukur merupakan satu stasiun hati yang akan menarik seseorang pada zona damai, tenteram, dan bahagia. Ia juga akan mendapatkan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, sekaligus mendapatkan insentif pahala dan kenikmatan yang terus bertambah dari Allah SWT.
 
 
sumber ; dari berbagai sumber dan pendidikan karakter

Minggu, 15 September 2013

1 Jangan mencari kesempurnaan

Pola yang Sempurna



Suatu hari seorang pemuda berdialog dengan Gurunya.

Pemuda : "Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?"

Sang Guru merenung sejenak lalu menjawab, : "Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang!!"

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, pemuda tsb kembali dengan tangan hampa.

 Lalu sang Guru bertanya : "Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun?"

Pemuda : "Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi tidak ku petik karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi!"

Sambil tersenyum sang Guru berkata : "Yaa... itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak akan pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan yang ada!!"

Lakukanlah hal-hal seperti ini :
-Bila tidak mungkin memberi, Jangan mengambil
-Bila mengasihi terlalu sulit, Jangan membenci
-Bila tidak bisa menghibur orang, Jangan membuatnya sedih
-Bila tidak mungkin meringankan beban orang, Jangan memberatkannya
-Bila tidak bisa memuji, Jangan menghujat
-Bila tidak bisa menghargai, Jangan menghina

Jangan mencari kesempurnaan, tapi sempurnakanlah apa yang telah ada pada kita.. Mengucap syukurlah didalam setiap perkara dan jadikanlah apa yang didepan mata kita semuanya indah oleh karena bersyukur. 

Semoga bermanfaat.





sumber :Pendidikan Karakter

Selasa, 03 September 2013

0 Menuju pribadi yang lebih baik

Google Image
Ibarat sebuah rumah, karakter merupakan penampilan rumah secara keseluruhan dan batu bata merupakan kebiasaan atau hal-hal yang sering dilakukan oleh seseorang Rumah yang kokoh pastinya tersusun oleh batu bata yang kokoh pula. Maka untuk membuat sebuah rumah yang baik, dibutuhkan batu bata yang sesuai dalam pembangunan rumah.
Karakter manusia pada dasarnya adalah gabungan dari kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Ada tujuh kebiasaan yang akan diuraikan dan merupakan kebiasaan yang dapat memberi hasil jangka panjang yang menguntungkan secara maksimum. Ketujuh kebiasaan ini memberikan pendekatan yang meningkat, berurutan dan sangat terpadu bagi perkembangan efektivitas sehingga dapat melejitkan potensi dan mengokohkan karakter seseorang.
Adapun tujuh kebiasaan tersebut adalah:

1. Bersikap Proaktif
Proaktif merupakan inisiatif dan rasa tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi. Orang yang proaktif bergerak berdasarkan nilai dan pilihan sadar sehingga tidak mudah kecewa dan dipengaruhi oleh kondisi di sekitarnya. Contohnya, ada seorang pelayan Rumah Makan Padang di Sukabirus. Pelayan tersebut melayani pembeli yang datang dengan ramah dan sopan. Akan tetapi, seringkali dia mendapatkan teguran dari para pembeli yang datang ke rumah makan tersebut karena pesanan yang terlalu lama dibuat, kesalahan dalam memberikan pesanan, dan sebagainya. Hal tersebut ternyata tidak membuat pelayan tadi merasa frustasi dan putus asa, melainkan justru menjadi cambukan baginya untuk melangkah lebih baik lagi. Pelayan tersebut berprinsip bahwa “bukan apa yang terjadi pada diri kita, melainkan respon kita terhadap apa yang terjadi pada diri kitalah yang menyakiti kita.” Oleh sebab itu, pelayan tersebut sama sekali tidak kecewa atas perlakuan yang dia terima dari pembeli. Dia tetap fokus terhadap nilai dan tanggung jawabnya dalam memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap para pembeli.

2. Mulai Dari Akhir
Mulai dari akhir merujuk pada pengertian yang jelas tentang tujuan utama dalam suatu kegiatan. Pada dasarnya manusia seringkali terjerembab dalam perangkap aktivitas dan kesibukan hidup. Manusia bekerja untuk terus bisa menaiki anak tangga keberhasilan, tetapi tak jarang mereka mengetahui bahwa ternyata mereka menaiki tangga yang salah. Dalam contoh kasus, ketika pihak kampus IT Telkom ingin membangun gedung laboratorium dan penelitian. Tentulah sebelum merealisasikannya, pihak kampus harus mengetahui dan membuat design dari gedung tersebut. Berapa lebar tanah yang digunakan untuk pembangunan gedung, berapa ruangan yang akan dibangun di dalam gedung, dan gambaran-gambaran yang jelas tentang perangkat tambahan bagi gedung. Setelah itu, pihak kampus akan mengomunikasikannya dengan pihak arsitektur dan pekerja bangunan. Inilah pentingnya mengetahui terlebih dahulu visi atau tujuan dalam memulai suatu pekerjaan. Untuk itu, kita semua harus mengetahui tujuan akhir yang jelas sehingga dapat mendeteksi dan mengetahui langkah-langkah yang diambil tetap berada pada arah yang benar dan sesuai dengan tujuan tersebut.

3. Dahulukan Yang Utama
Setiap orang pasti memiliki berbagai aktivitas dan kesibukan di dalam hidupnya. Sebagian besar sangat sulit untuk membagi dan mengatur waktu dalam melaksanakan aktivitas tersebut. Hal yang terbaik adalah organisir dan laksanakan menurut prioritasnya.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” ( QS Al Ashr :1-3)
Ada empat matriks manajemen waktu:
  • Penting dan mendesakYaitu kegiatan yang harus dilaksanakan secepat mungkin karena merupakan hal yang penting dan harus segera dilaksanakan. Dalam contoh kasus, ketika mahasiswa IT Telkom yang tergabung dalam suatu penelitian harus segera mengerjakan proyek laboratorium karena kegiatan tersebut sudah mendekati batas waktu.
  • Penting dan tidak mendesakYaitu kegiatan yang harus dilaksanakan, tetapi dapat ditunda terlebih dahulu karena kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan yang mendesak untuk dilaksanakan. Misalnya: Mahasiswa IT Telkom merencanakan untuk rekreasi ke Rancau Upas. Rekreasi merupakan hal yang cukup penting untuk mengakrabkan pertemanan dan solidaritas pada sesama anggota kelas. Rekreasi tersebut tidak harus langsung dilaksanakan. Mahasiswa dapat mendikusikannya terlebih dahulu dengan menentukan tanggal keberangkatan dengan memilih tanggal libur atau setelah UAS.
  • Tidak penting dan mendesak Yaitu kegiatan yang tidak penting tetapi membutuhkan perhatian sesegera mungkin karena bersifat mendesak. Misalnya: Seseorang berada di dalam sebuah rapat, tiba-tiba saja HP nya berdering dan merupakan panggilan dari teman lamanya. Kebanyakan orang tidak tahan bila melihat HP berdering begitu saja. HP yang berdering sifatnya mendesak karena membutuhkan perhatian segera untuk diangkat. Sementara berbicara dan menghabiskan waktu di telepon hanya untuk mengobrol dengan teman lama tersebut termasuk kegiatan yang tidak penting.
  • Tidak penting dan tidak mendesak Yaitu kegiatan yang tidak menunjang misi hidup dan tidak memerlukan perhatian segera. Misalnya menggunakan fasilitas internet di warnet dengan bermain sepanjang waktu. Hal ini termasuk kegiatan yang tidak mendesak dan tidak penting karena selain sebagai kegiatan pemboros waktu juga merupakan pemboros biaya.
4. Berpikir Menang/Menang
Banyak orang berpikir bahwa dunia merupakan panggung sandiwara dengan segala persaingan yang terjadi. Persaing akan memberikan interupsi untuk selalu mengalahkan pihak yang lain dengan menonjolkan diri sebagai satu-satunya pemenang. Berpikir menang-menang merupakan kerangka pikiran dan hati yang terus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi manusia sebagai kemenangan yang tertinggi.
“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
5. Mengerti Baru Dimengerti
Kebiasaan ini mengajarkan kepada setiap orang untuk mengerti apa yang dirasakan orang lain. Melalui kebiasaan tersebut, diharapkan setiap orang mampu melatih kematangan emosi dan dapat berfokus dalam pemberian dan pemecahan masalah orang lain. Seperti kata pepatah
“Lakukanlah orang lain seperti bagaimana engkau ingin diperlakukan oleh orang lain”.
6. Wujudkan Sinergi
Sinergi merupakan bentuk penyatuan hubungan atas bagian-bagian yang berbeda. Contohnya adalah sepasang suami istri yang hidup dalam suatu rumah tangga. Mereka berusaha untuk sinergi dalam menjalani rumah tangga tersebut dengan menghormati perbedaan, membangun kekuatan dan mengimbangi kelemahan pada pasangannya.

7. Asahlah Gergaji
Asah gergaji merupakan kebiasaan dimana setiap orang harus meluangkan waktu sejenak untuk mengasah dan meningkatkan kapasitas dirinya. Contoh: Asisten di laboratorium Analisis Perancangan Kerja IT Telkom sedang mengerjakan proyek untuk membuat kursi duduk nyaman untuk dosen. Mereka tidak langsung mengerjakan proyek tersebut dengan serta merta. Merek berhenti sejenak untuk mempelajari tentang pembuatan kursi yang ergonomis dan membaca buku terkait analisis ergonomi lainnya sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan keprofesionalan mereka dalam membuat kursi duduk yang nyaman dan sesuai untuk dosen.
Demikianlah setiap orang berusaha untuk meningkatkan efektivitas pribadi dengan mengubah kebiasaannya sehingga dapat menghasilkan reaksi positif bagi diri dan lingkungannya. Dan semoga pada bulan Ramadhan inipun, kita semua dapat memperbaiki diri menuju pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

SUMBER:
Oleh : Juli Trisna Aisyah Sinaga,

Rabu, 15 Mei 2013

0 Tips agar peserta dapat lolos tes CPNS

 
     Walaupun pada kenyataan untuk lulus tes CPNS adalah sulit karena banyaknya persaingan, tapi sebenarnya ada tips untuk lulus tes CPNS tersebut.

 

         Meskipun pernah dilansir bahwa pemerintah telah melakukan moratorium CPNS tahun ini, ternyata belakangan santer diberitakan bahwa pemerintah membuka kran pembukaan CPNS, khususnya pegawai honorer kategori K-2. Ibarat tak mau rugi, pemerintah tetap melakukan uji kompetensi layaknya penerimaan CPNS umum. Untuk kategori CPNS umum, hanya beberapa lembaga dan atau kementerian diberi kesempatan karena mengikuti irama PNS yang MPP (memasuki masa pension).
Diakui bahwa status PNS memang masih menjadi pilihan utama atau favorit dibandingkan status juragan atau pengusaha kaya raya atau karyawan perusahaan. Itu disebabkan gaji PNS yang tak pernah turun. Bahkan, nyaris saban tahun gaji PNS dinaikkan dengan alasan mengikuti laju inflasi. Kini, tiada pernah tersiar kabar jika PNS dengan pangkat-golongan terendah digaji di bawah Rp2 juta/ bulan. Maka, teramat wajah status PNS menjadi magnet yang luar biasa kuat daya tariknya. Berkenaan dengan itu, saya akan berbagi tips agar peserta dapat lolos tes CPNS.

 

Kenali Karakter Soal
Soal tes CPNS memiliki lima karakter atau sifat, yaitu TPU, TPK, Kemampuan Verbal, dan Skolastik atau Logika. TPU adalah Tes Pengetahuan Umum yang biasanya berisi perundang-undangan dan atau kebijakan pemerintah, termasuk pengetahuan ketatanegaraan. TPK adalah Tes Pengetahuan Khusus yang berisi pengetahuan bidang keilmuan yang diikuti. Kemampuan verbal adalah pengetahuan bahasa Indonesia yang meliputi pengetahuan linguistic murni dan penerapan bahasa Indonesia. Skolastik adalah kemampuan bernalar. Setiap jenis soal memiliki bobot berbeda-beda sebagai syarat diterimanya peserta tes CPNS. 

Jaga Optimisme
Biasanya peserta tes CPNS akan mengalami kegalauan, gelisah, nervous, gugup, atau kurang percaya diri karena berhadapan dengan ribuan, puluhan ribu, bahkan ratusan ribu peserta. Jika mentalnya tidak kuat, dapat ditebak bahwa konsentrasinya akan buyar. Maka, jiwa optimis harus ditanamkan sejak awal. Allah SWT berfirman, “Aku itu sebagaimana yang disangkakan hamba-Ku.” Anggaplah peserta lain bukan sebagai pesaing melainkan penghibur alias teman.

Prasangka Positif
Saya yakin bahwa isu tentang sogok-menyogok pernah menghantui perasaan kita. Diakui bahwa isu itu sering menjadi kecurigaan peserta yang gagal kepada peserta yang diterima. Konon sogokan menyentuh bilangan di atas Rp100 juta. Berkenaan dengan itu, sebaiknya pikiran itu dihilangkan. Alangkah lebih baiknya jika kita memusatkan diri kepada kemampuan. Ibarat mau makan ikan, kita harus mengail ikan dengan kehilangan umpan. Dan umpan-umpan itu adalah pengorbanan. Milikilah prasangka positif karena pikiran positif akan memberikan efek positif kepada kita sendiri.

Kenali Karakter LJK
Lembar Jawab Komputer atau LJK memiliki 5 karakter, yaitu tak boleh basah, berlobang, kotor, terlipat, dan salah jawaban. Basah karena keringat sehingga peserta sebaiknya mengenakan pakaian lengan panjang yang mudah menyerap keringat. Berlobang disebabkan permukaan tempat menaruh LJK tidak rata. Kotor karena tangan dan tempat tidak bersih. Bahkan, kotor dapat disebabkan penghapusan jawaban yang berulang-ulang. Terlipat dapat disebabkan salah produk atau ketidaksengajaan peserta menaruh LJK. Dan salah jawaban karena peserta tak bisa menjawab soal.

Tawakal
Allah adalah Mahakuasa atas segalanya. Mau diloloskan, digagalkan, lolos lalu digagalkan, atau gagal lalu diloloskan adalah kehendak-Nya. Manusia hanya diperintahkan agar berusaha maksimal sebagaimana firman Allah SWT, “Allah takkan mengubah keadaan manusia selagi manusia tak berusaha mengubahnya.” Ayat itu menandaskan bahwa manusia adalah agent of change atas dirinya. Jika kita sudah maksimal berusaha, maka kita harus menyerahkan semua hasilnya kepada Allah. Jika kepasrahan bulat-bulat itu sudah dilakukan, hasil positif-negatif akan menghasilkan kesan positif. Manakala diterima sebagai CPNS, itu berarti rezeki Anda memang menjadi PNS. Jika gagal diterima sebagai CPNS, itu berarti bahwa keimanan Anda sedang diuji. Allah masih memberikan banyak kesempatan untuk sekadar “menjemput” rezeki-nya yang tiada tara luasnya.
Menjelang dilaksanakannya tes CPNS seperti saat sekarang, biasanya saya diminta untuk mengisi kegiatan bimbingan tes pra-Tes CPNS oleh beberapa lembaga atau privat. Kebetulan pula, disiplin ilmu, yakni bahasa Indonesia, sangat dominan dalam soal-soal tes CPNS. Berdasarkan pengalaman pribadi saat mengikuti tes CPNS tahun 1998 yang langsung diterima itulah, saya dapat memelajari bahwa soal-soal tes CPNS tidaklah sesulit bayangan kita. Karena kuota atau formasi CPNS memang terbatas, maka pemerintah menggunakan system peringkat atau rangkisasi. Jadi, tidak ada peserta tes CPNS yang bodoh, tetapi Anda saja belum beruntung karena mungkin hasil tes Anda masih berada di bawah peserta lain. 

 Semoga bermanfaat…..

Minggu, 05 Mei 2013

0 Hidup Positif Dengan 5 Prinsip

      Setiap dari kita mempengaruhi orang-orang yang kita temui, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini terjadi secara naluriah, dalam pikiran bawah sadar anda, yang terpancar melalui pikiran dan perasaan, serta bahasa tubuh kita. Orang di sekeliling kita dapat merasakan aura kita dan dipengaruhi oleh pikiran kita, juga sebaliknya. Wajarkah jika kita ingin berada di sekitar orang-orang yang positif dan menghindari orang-orang yang negatif? Orang lebih tergerak untuk membantu kita jika kita bersikap positif, dan mereka tidak menyukai dan menghindari siapapun yang bersikap negatif.
 

       Pada tahun 1994, Prof. Masaru Emoto melakukan percobaan mengenai kualitas air. Ia menemukan bahwa ketika timnya memberikan kata-kata yang positif kepada air, memutar musik yang bagus atau memberikan doa pada air, kristal indah berbentuk segienam terlihat di air. Mereka juga menemukan bahwa ketika air diberi kata-kata negatif, terlihat kristal air yang jelek. Sungguh mengagumkan mengingat air yang hanya benda mati tapi bisa bereaksi terhadap kata-kata yang dilontarkan manusia, apalagi jika kata-kata tersebut dilontarkan pada manusia.
Karena tubuh manusia 70%-nya berupa air, Anda harus tahu betapa pentingnya berpikir, berbicara dan bertindak positif. Ketika apa yang Anda ucapkan, pikirkan dan lakukan adalah hal-hal yang positif, maka Anda telah membuat kristal indah dalam air di tubuh Anda. saya juga membahas ini di buku Patterns of Success.
Berpikir, berucap dan melakuka hal-hal positif bukan hanya berpengaruh terhadap air, tapi juga mempengaruhi segala sendi kehidupan Anda. orang-orang yang positif cenderung lebih sukses, lebih berhasil dan lebih bahagia daripada orang-orang yang negatif.
Pertanyaan emasnya adalah, bagaimana cara kita menjadi positif apalagi bila berada di lingkungan negatif.

1. Bersyukur atas apa pun yang terjadi

Tiap kali Anda bangun, syukurilah hidup baru yang telah diberikan kepada Anda. Setidaknya Anda masih diberi kesempatan untuk hidup. Mungkin Anda mulai berpikir tumpukan pekerjaan yang sudah menanti di kantor. Tetaplah bersyukur. Masih banyak orang yang berstatus pengangguran yang sibuk mencari kerja. Mereka mungkin ingin sekali melakukan apa yang Anda kerjakan. Ada banyak sekali hal yang bisa Anda syukuri, dan itu selalu ada.

2. Tertawa

Humor itu menyenangkan dan dapat mendinginkan hati yang panas. Semua orang harus bisa melakukan ini. tertawa bisa melepaskan beban berat yang menimpa Anda. Tertawa bisa menyembuhkan pasien lebih cepat. Tertawa bisa membuat Anda terlihat lebih muda dan cerah. Ketika Anda tertawa, Anda pasti bisa melihat dunia ini dari sisi yang lebih baik ketimbang merengut sedih karena galau.

3. Pilih Teman Yang Tepat

Hal-hal yang negatif bisa menular seperti virus, salah satunya melalui perantara manusia di sekeliling Anda. hal-hal negatif lebih cepat menyebar dibanding hal-hal yang positif. Makanya berhati-hatilah dengan orang yang suka mengeluh, tukang kritik atau yang berkelakuan tidak beres. Energi negatif yang mereka miliki akan mengisap energi positif Anda sehingga lama-lama Anda pun ikut-ikutan negatif. Temukan teman yang senantiasa mendukung, memberi support atas apa yang Anda lakukan. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif. Dengan begitu, aura positif akan melingkupi diri Anda.

4. Enjoy, Jangan Terlalu Serius

Mark Twain pernah berkata, “20 tahun dari sekarang, Anda akan menyesali sesuatu yang tidak Anda lakukan daripada apa yang Anda lakukan.” Jadi, lakukan yang terbaik, nikmati prosesnya. Bersenang-senanglah saat menjalani proses dan jangan khawatir dengan hasil yang Anda raih. Jika Anda tidak mendapatkan hasil yang baik, gunakan itu sebagai pengalaman untuk memperbaiki diri. gagal? lalu kenapa rupanya? Kegagalan bukanlah hal yang negatif. Orang-orang negatiflah yang mengartikan itu sesuatu yang negatif. Kegagalan adalah batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar.

5. Bantu Orang Lain

Kita adalah makhluk sosial. Kita takkan bisa hidup tanpa bantuan dan kontribusi dari orang lain. Jadi, ketika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan, bantulah kalau memang Anda bisa membantu. Membuat orang lain bahagia karena uluran bantuan Anda adalah salah satu kebahagiaan tersendiri. Penelitian psikologis menyimpulkan ketika melakukan sesuatu yang positif pada orang lain, dampaknya akan kembali ke diri Anda dalam bentuk kebahagiaan, kepuasan dan merasa dibutuhkan. Semua perasaan itu membuat hati Anda tersenyum dan lebih positif.

Semoga bermanfaat



sumber : kompasiana.com

Minggu, 31 Maret 2013

0 PANCASILA SAKTI








1. Ketuhanan Yang Maha Esa

(1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan 

     agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
(3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk 

     agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(4) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap

     Tuhan Yang Maha Esa.
(5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang

     menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
(6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan 

     agama dan   kepercayaannya masing-masing.
(7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

(1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai 

     makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
(2) Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia,

     tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, 
     kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
(3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
(4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
(5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
(6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
(7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
(8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
(9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
(10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia

(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan

      negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
(3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
(5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
(6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
(7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan 

    dalam   Permusyawaratan/Perwakilan

(1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan,

      hak dan kewajiban yang sama.
(2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
(3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
(4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
(5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
(6) Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
(7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
(9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral

     kepada Tuhan Yang Maha   Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,
     nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
(10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

(1) Mengembangkan perbuatan yang luhur,

      yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
(2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
(3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
(4) Menghormati hak orang lain.
(5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
(6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
(7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
(8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
(9) Suka bekerja keras.
(10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
(11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Minggu, 10 Maret 2013

0 Tips Mengatasi Rasa Gugup



Anda punya janji kencan, atau memiliki rapat penting atau harus berpresentasi di depan kelas?
Anda tidak bisa duduk diam, tangan dan kaki anda gelisah ? Telapak tangan anda mulai berkeringat, anda tidak merasa tenang dan gugup?

Apa yang anda lakukan?

Apa yang anda lakukan di awal untuk menghindari rasa gugup? Dan apa yang bisa anda lakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba datang sewaktu-waktu atau sesaat sebelum momen penting tersebut? Di bawah ini adalah beberapa tips, yang bisa anda gunakan hari ini juga, dan beberapa lagi bisa anda terapkan pada kehidupan anda di waktu yang akan datang.
Anda akan mencoba untuk mengkombinasikan beberapa dari tips di bawah ini. Sebagai contoh, jika anda sudah merasakan energi rasa gugup yang tinggi jangan langsung menvisualisasikan hal yang positif, karena itu tidak akan memberikan efek yang signifikan, dimana pikiran anda sudah banyak mengeluarkan visualisasi negatif. Melainkan, ambillah napas dari perut beberapa kali untuk menenangkan diri dan mengkonsentrasikan diri anda pada situasi saat ini, serta menghilangkan pemikiran negatif yang akan terjadi nanti. Setelah napasmu kembali normal dan tenang, visualisasikan sebaik apa pertemuan yang akan datang itu.

Anda Harus Siap

Tentu saja anda harus siap. Jika anda akan mengadakan presentasi maka pelajarilah catatan-catatan anda dan apa yang akan anda sampaikan secara cermat sebelum anda maju ke depan. Jika anda akan memiliki pertemuan penting, lakukan tugas-tugas anda, sehingga anda bisa mengetahui apa yang mungkin atau akan muncul pada pertemuan tersebut. Jika anda akan berkencan, mungkin pikirkanlah beberapa topik yang menarik atau pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan agar ketika pembicaraan anda berhenti dan menemui titik dimana terjadi keheningan yang aneh, anda sudah siap. Jika anda akan melakukan interview pekerjaan, pikirkan tentang apa yang mungkin akan ditanyakan oleh mereka dan pikirkanlah beberapa jawaban yang baik.
Mempersiapkan ini semua dengan hati-hati dan cermat akan mengurangi rasa gugup anda secara signifikan. Mungkin mempersiapkan semua ini tidak selalu menyenangkan, tapi persiapan yang matang tidak hanya akan sangat membantu untuk menghilangkan rasa gugup tapi juga memberikan hasil yang optimal pada presentasi anda atau akan membuat anda mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Tanyakan pada Dirimu, Hal Terburuk apa yang Akan Terjadi?

Apa hal terburuk yang mungkin akan terjadi? Bagaimana hal tersebut bisa mempengaruhi anda di waktu mendatang? Dalam banyak kasus anda akan menemui jawaban : tidak akan memberi efek banyak. Sangat mudah untuk memikirkan apa yang akan terjadi dan konsekuensi yang mungkin terjadi dalam pikiran anda seperti hal tersebut adalah masalah hidup dan mati, terkadang itu terjadi. Bertanya tentang hal-hal yang lebih simpel akan membuat sesuatu menjadi lebih sehat dan lebih menenangkan dirimu.

Tarik Napas 30 kali Dalam-dalam

Bernapas melalui perut adalah hal yang mengagumkan untuk menghilangkan rasa dan visualisasi negatif dan mengembalikan diri kita pada keadaan saat ini. Hanya dengan beberapa kali bernapas melalui perut bisa merubah rasa gugup dan napas pendek menjadi tenang dan tegar. Sungguh mengagumkan betapa cepatnya hal ini bisa merubah perasaanmu. Berikut adalah hal-hal yang perlu anda lakukan :
  • Duduk dengan posisi yang santai dengan kakimu terlentang.
  • Simpan tangan anda di perut. Menggunakan perut, bernapaslah perlahan melalui hidung. Jika anda melakukannya dengan benar, maka perut anda akan membesar dan anda akan merasakannya melalui tanganmu.
  • Buang napas secara perlahan melalui hidung dan lakukan dengan sedikit tenaga sehingga perut bisa tertarik masuk ke dalam menuju punggung anda.
  • Tarik dan buang napas selama 30 kali, ambillah napas yang perlahan dan dalam.
  • Setelah anda mengambil 30 kali napas dalam dan fokus untuk menghitungnya, maka tidak hanya anda akan merasakan lebih santai dan terfokus, tubuh anda juga akan secara otomatis bernapas seperti itu tanpa perlu fokus padanya.
  • Mengambil napas dengan menggunakan perut akan berguna juga ketika anda mulai merasa gugup atau tidak fokus ketika anda dalam interview/presentasi pertemuan.

Visualisasi Dengan Cara yang Positif

Seringkali banyak waktu sering kita gunakan untuk menvisualisasi apa yang mungkin salah pada masa depan. Hal ini tentunya bisa membuat tingkat rasa gugup yang tinggi. Hal ini juga bisa memberikan hasil yang sama seperti apa yang anda imajinasikan atau takutkan. Jika anda berpikiran akan gagal, maka anda telah mempersulit diri anda sendiri untuk berhasil.
Menvisualisasikan secara positif adalah cara yang lebih berguna dan menyenangkan untuk dilakukan dengan imajinasi anda. Mungkin anda berpikir bahwa menvisualisasikan dengan cara ini hanyalah khayalan dan tidak nyata, tapi menvisualisasikan dengan cara yang negatif pun sebetulnya hanyalah khayalan. Dengan cara manapun, anda hanya memikirkan hal apa yang mungkin terjadi nantinya. Menvisualisasikan dengan cara yang negatif mungkin terlihat lebih realistik karena itulah yang banyak orang lakukan, atau bahkan itulah yang anda sering lakukan setiap hari pada tahun-tahun terakhir.
Bagaimana anda menvisualisasikan sesuatu yang akan terjadi akan banyak merubah bagaimana anda bersikap, apa yang anda katakan dan apa yang anda rasakan pada masa yang akan datang dan hal-hal itu bisa memberikan efek yang besar pada apa yang sedang terjadi.
Ini adalah beberapa instruksi praktis untuk anda, semisalnya anda akan menghadapi suatu pertemuan :
Visualisasikan betapa besarnya kejadian yang akan terjadi, dan betapa hebatnya perasaan yang akan anda miliki pada pertemuan tersebut. Bayangkan diri anda tersenyum, positif, terbuka dan sedang menjalani hari yang baik. Lihatlah hasil yang baik dari pikiran anda, dan luapkanlah dengan menvisualisasikan bahwa itu telah terjadi, bahwa pertemuan sudah selesai dengan hasil yang diinginkan. Hal ini sangat efektif dan akan memberikan mood yang baik dan tenang sebelum anda memasuki pertemuan pertama, kedua atau bahkan ke dua puluh.
Solusi di atas adalah cara yang lebih cepat. Tips di bawah ini lebih membutuhkan waktu untuk melakukannya. Ini bisa memakan waktu berminggu-minggu, bulan atau bahkan tahun. Dengan berjalannya waktu anda akan secara perlahan membuat ide-ide ini menjadi bagian yang penting dalam hidup anda. Dan hal-hal ini bisa membuat anda semakin tidak gugup dalam situasi apapun.

Berlatih, Berlatih dan Berlatih

Semakin anda berlatih, mengambil aksi dan menempatkan diri anda pada situasi yang bisa membuat anda gugup, akan membuat anda semakin percaya diri. Jika anda sudah pernah mengalami hal tersebut sebelumnya, maka anda akan tahu apa saja yang mungkin akan terjadi, sehingga anda akan semakin merasa nyaman dan tidak gugup.

Menyadari Bahwa Orang-orang Tidak Begitu Peduli Dengan Apa yang Anda Lakukan

Salah satu sumber dari rasa gugup adalah terlalu terfokus pada apa yang akan orang-orang pikirkan tentang anda dan selalu berpikiran bahwa kritikan mereka adalah selalu mengenai diri anda. Tapi sebetulnya orang-orang tidak begitu memikirkan apa yang anda lakukan. Anda memusatkan perhatian pada permasalahan, tantangan dan kemenangan dari hari ke hari dan itu adalah hal yang sama persis dilakukan oleh orang disebelah anda.
Secara umum, orang-orang memusatkan perhatian mereka pada masalah dan tantangan mereka sendiri. Dan kritik mereka seringkali mengenai sesuatu hal yang negatif dalam hidup mereka dbandingkan apa yang telah anda lakukan, jadi tidak perlu khawatir  mengenai hal tersebut. Menyadari apa yang anda lakukan tidak begitu penting untuk orang lain mungkin akan sedikit mengecewakan, tapi juga bisa melegakan.
Sangatlah mudah untuk kembali pada sikap manja dan memikirkan apa yang orang pikirkan tentang anda dan apa yang anda lakukan. Tapi dengan niat, anda bisa secara perlahan-lahan untuk tidak khawatir dan repot memikirkan apa yang orang pikirkan tentag anda. Hal ini membuat anda bisa memiliki kebebasan batin untuk berbuat sesuatu dan mencoba apa yang anda inginkan karena anda tidak merasa terperangkap dalam tanggapan orang-orang.

Tetap Berada Pada Kenyataan

Hal ini berhubungan erat dengan bernapas dengan perut. Ketika anda mengambil napas dalam-dalam dan fokus akan membuat pikiran menjadi sunyi. Proyeksi anda tentang apa yang akan terjadi pada pertemuan atau interview akan hilang. Rasa gugup timbul dari proyeksi negatif atas apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang atau atas apa yang pernah terjadi di masa lalu, mungkin dari waktu terakhir anda melakukan pertemuan atau interview. Ketika anda fokuskan perhatian anda pada apa yang terjadi sekarang maka rasa gugup itu akan hilang.
Cara lain untuk tetap berada atau untuk kembali ke keadaan sekarang adalah dengan memperhatikan apa yang terjadi saat ini. Fokuslah pada kejadian dan suara yang ada di depan anda, jangan pikirkan laporan yang harus diselesaikan sebelum jam 5 sore, atau tentang pertemuan besok, atau apa yang ingin anda santap untuk makan malam. Pusatkan perhatian anda pada kejadian yang sedang terjadi dan jangan memikirkan hal lainnya. Buatlah itu menjadi sebuah kebiasaan dan cobalah untuk mengembangkan waktu yang anda habiskan pada keadaan sekarang sebelum pikiran anda melayang kembali. Berada pada keadaan sekarang bisa menjadi sangat bermanfaat jika anda ingin mengurangi rasa dan pikiran negatif dalam hidup anda.

Kamis, 07 Maret 2013

0 PERKATAAN YANG BAIK DAN UCAPAN YANG KOTOR




Assalamualaikum....

KATA-KATA ADALAH CERMIN PIKIRAN SESEORANG. SETIAP PEMIKIRAN YANG JERNIH AKAN MEMANTULKAN KATA-KATA YANG JERNIH DAN BEGITU PULA SEBALIKNYA, PIKIRN YANG KOTOR AKAN MEMANTULKAN KATA-KATA DAN UCAPAN YANG KOTOR. KARENA ITU, HATI-HATILAH DALAM BERKATA-KATA, KARENA SETIAP KATA YANG DIKELUARKAN DARI MULUT MENGGAMBARKAN BAGAIMANA KEPRIBADIAN DAN PIKIRAN SESEORANG (AKHLAQ).

Adapun sumber-sumber dosa berarti dimana pintu-pintu dosa tersebut menghampiri kita, dosa berawal dari suatu titik dalam diri kita, baik itu berkaitan dengan dengan aspek lahiriyah (anggota tubuh) dan aspek bathin (pikiran dan hati).

Jika melalui pintu fisik, berarti dosa itu dari dimulai oleh anggota tubuh seperti : MULUT, MATA, TELINGA, KULIT dan bahkan KELAMIN. Jika ia melalui pintu bathin berarti dosa itu dari juga dimulai oleh PIKIRAN dan HATI.

MULUT YANG MENGUCAPKAN KATA-KATA KOTOR :

MULUT bisa MENDATANGKAN PAHALA, tetapi MULUT BISA JUGA MENJADI PINTU DOSA, sama saja halnya dengan mata / pikiran. Ucapan buruk mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya merupakan salah satu pintu dosa yang amat rawan (dosa yang berawal dari mulut), banyak orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu dan syahwatnya ATAU ia bisa mengendalikan massa, memimpin/mengendalikan orang lain, TETAPI IA TIDAK BISA MENGENDALIKAN LIDAH DAN UCAPANNYA SENDIRI (UCAPAN-UCAPAN KOTOR). 

Allah SWT tidak menyukai dan membenci hamba-hamba_Nya yang suka mengucapkan kata-kata kotor (DAN SANGAT DILARANG), sesuai dengan Firman_Nya dalam Al Qur’an sbb :

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
(QS. An Nisaa: 4) 

“(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu”
(QS. An Nahl: 16) 

"Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. An-Nisa': 85)

“Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari”
(QS. Ar Ra'd: 13) 

Bila seseorang lupa kepada Allah, dan bila seorang ketika dalam keadaan marah, cenderung untuk mengeluarkan kata-kata yang kotor, perkataan yang jelek, dusta, mencaci maki, mengungkit-ungkit kejelekan lawan bicara, menyanjung-nyanjung dirinya dan mengeluarkan kalimat yang mengandung kekufuran atau yang lainnya, karena sebenarnya ia telah dirasuki oleh syaitan, dan ia telah lupa kepada Allah SWT, sehingga ia tidak bisa lagi mengendalikan diri (ucapannya), jadi secara tidak langsung adalah itu sebuah cerminan akhlak seseorang, karena apabila kebanyakan hal yang kufur / hal-hal yang tidak baik (sampah) terkadung didalam tubuh manusia, maka itulah yang akan ia keluarkan.

RASULULLAH SAW. JUGA MENGINGATKAN KEPADA UMATNYA TENTANG PERKATAAN-PERKATAAN YANG KOTOR KOTOR :

"Sesungguhnya Allah murka kepada orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor." 
(HR. Tirmidzi)

"Orang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela, bukan yang suka melaknat, bukan yang berperangai jahat, dan bukan pula yang berlidah kotor." 
(HR. Tirmidzi).

“Jagalah dirimu dari siksa neraka walau hanya dengan memberika sebutir kurma. Maka, barang siapa yang tidak mampu, hendaklah menggantinya dengan ucapan yang mulia”
(HR. Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya orang yang di dalam mulutnya tidak ada Al-Qur’an bagaikan rumah yang runtuh”
(HR. Tirmizi, Ahmad, dan Darimi) 

"Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan amalannya seseorang mu'min besok pada hari kiamat daripada baiknya budipekerti dan sesungguhnya Allah itu membenci kepada seorang yang kotor serta rendah kata-katanya - yakni yang senantiasa memperbincangkan kemesuman, kejahatan dan Iain-Iain." 
(HR. Tirmidzi)

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berbicara baik atau diam”
(HR. Bukhari dan Muslim). 

"Artinya : Apabila seseorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” 
(HR. Bukhari, Ahmad).
"Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong." 
(Muttafaq Alaihi)

Firman Allah SWT didalam Al’ Qur’an dan Hadits Rasulullah adalah suatu Petunjuk (Perintah dan peringatan/larangan) kepada Hamba_Nya dan kepada Umat Nabi Muhammad SAW, bahwa perkataan-perkataan dari mulut/lidah yang kotor tidak akan membawa manfaat dan mudhorat baik bagi Allah SWT, Rasulullah SAW / kepada dirinya sendiri/orang lain, bahkan tidak ada jaminan bagi mereka yang melanggar perintah Allah / bagi para pendosa untuk mendapatkan keluluasaan rezeki, ketenangan hidup, dan kelancaran karier sebagaimana Allah menjamin bagi orang mukmin.

Orang yang dicintai Allah adalah mereka yang bertaqwa kepada_Nya (BUKAN YANG BANYAK HARTA BENDANYA, BUKAN YANG TINGGI JABATANNYA, BUKAN YANG YANG PINTAR BICARANYA / BUKAN YANG BAIK RUPA JUGA TUBUHNYA). Dan seseorang yang menghina/mencemooh/menfitnah orang lain, sebenarnya belum tentu ia lebih baik akhlak/imannya dari orang yang dia katakan tersebut, karena Allah Maha Mengetahui apa saja yang ada pada diri Hamba-Hamba_Nya masing-masing.
Jadi manusia yang dibenci Allah SWT dan Rasulullah SAW adalah yang melanggar Larangan Allah dan Rasulnya, MAKA dari itu koreksilah selalu kualitas akhlak / ketaqwaan diri kita masing-masing agar, jangan cuma bisa melihat kekurangan orang lain, instropeksi kedalam diri sendiri sendiri jauh lebih penting, agar hidup kita memiliki derajat yang tinggi disisi Allah SWT dan selalu dicintai dan mendapat safaat dari Rasulullah SAW, juga disukai/dicintaioleh orang lain ; adanya keseimbangan antara (Hablumminallah dan Hablumminannnas), KARENA HIDUP DI DUNIA INI HANYA SEMENTARA DAN SEBENTAR SAJA UNTUK MENCARI BEKAL KE AKHIRAT KELAK, KARENA SEMUA JUGA PASTI KEMBALI KEPADA ALLAH.....CEPAT / LAMBAT DAN TERGANTUNG BEKAL YANG DIBAWA MASING-MASING (BAIK / BURUK).

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :

“Apa-apa yang datang dari Rasulullah kepadamu maka ambillah. Dan apa-apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Ssungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”.
(QS. Al Hasyr: 7)

“Dan Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia : “ Ya Tuhanku mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ?’ Allah berfirman: ‘Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”.
(QS. Thaahaa: 7). 

Setiap diri adalah pemimpin dan punya tanggung jawab masing-masing, baik pemimipin untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk kelompok/masyarakat, untuk bangsa / negara dll, DAN SEMUA ITU AKAN DIMINTA PERTANGGUNGJAWABANNYA KELAK OLEH ALLAH SWT, baik itu adalah hal-hal yang baik atupun hal-hal yang buruk dan tidak akan pernah terlepas dari perhitungan Allah SWT, sekecil apapun hal yang kita lakukan selama hidup didunia ini

Firman Allah SWT dalam Al Qur’an :

“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul (Muhhammad) dan (Juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”
(QS. Al Anfal: 27).

Rasulullah SAW bersabda :

“Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah penanggung jawab dan setiap kalian akan ditanyai apa yang menjadi tanggung jawabnya. Imam yang ada ditengah manusia adalah penanggung jawb dan dia akan ditanyai terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya. Dan seorang suami bertanggungjawab terhadap keluarganya dan dia akan ditanyai tentang apa yang menjadi tanggung jawabnya. Dan Seorang isteri bertanggungjawab terhadap rumah suaminya dan anaknya dan dia akan ditanyai tentang mereka”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Segenap aspek lahiriah dan batiniah / aspek jiwa dan raga kita adalah pintu bagi dosa-dosa ketika kita tidak bisa menjaganya dari hal yang dilarang Allah SWT. Begitupun sebaliknya, jiwa dan raga bisa menjadi sumber kebaikan apabila kita optimalkan untuk melaksanakan kebaikan tentunya hal-hal yang diridhai oleh Allah SWT. Dan itu dimulai dari diri sendiri, lakukan sebelum terlambat/sebelum ajal menjemput kita....

Wassalamualaikum......






 

ekoqren Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates